Halaman

Sabtu, 29 September 2012

Ruang Lingkup Ekonomi Koperasi

Ruang Lingkup Ekonomi Koperasi

        Badan usaha koperasi dimiliki oleh anggota yang merupakan pemakai jasa (user). Fakta ini membedakan koperasi dengan badan usaha bentuk lain yang pemiliknya pada dasarnya adalah para penanam modal. Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan (UU No. 25 Tahun 1992). Misalnya Koperasi Unit Desa (KUD), koperasi simpan pinjam, koperasi pelajar, koperasi mahasiswa, Koperasi Pegawai Negeri (KPN), dan koperasi pasar. Tujuan utama perkumpulan koperasi adalah memperhatikan kepentingan-kepentingan para anggota perkumpulan, dan bukan memupuk pendapatan perusahaan itu sendiri. Kepentingan kebendaan yang menyebabkan anggota koperasi berhimpun adalah bagi produsen adanya keinginan menawarkan barang dengan harga setinggi mungkin, bagi konsumen adanya keinginan untuk memperoleh barang sebaikbaiknya dengan harga serendah-rendahnya, dan bagi usaha kecil adanya keinginan mendapatkan modal usaha dengan seringan-ringannya serta keinginan mempertahankan diri, karena hanya mungkin bersaing dengan perusahaan besar bila mengadakan usaha bersama. Berdasarkan tujuan yang hendak dicapai, perkumpulan koperasi dapat dibedakan menjadi koperasi konsumsi, koperasi produksi, dan koperasi simpan pinjam

SUMBER: http://cumanozan91.blogspot.com/2010/12/ruang-lingkup-ekonomi-koperasi.html


1.Konsep koperasi

 A.Pengertian Koperasi Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama.Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.

B.Konsep Koperasi Barat Koperasi adalah organisasi swasta, yang dibentuk sukarela oleh orang-orang yang mempunyai kesamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik anggota koperasi maupun perusahaan koperasi. Persamaan kepentingan tersebut berasal dari perorangan atau kelompok. Kepentingan bersama suatu kelompok keluarga atau kelompok kerabat dapat diarahkan untuk membentuk atau masuk menjadi anggota koperasi. Secara negatif, koperasi dapat dikatakan sebagai “organisasi bagi egoisme kelompok”. Namun demikian, unsur egoistik ini diimbangi dengan unsur positif sebagai berikut: Kepuasan keinginan individu dengan cara bekerjasama antar sesama anggota, dengan saling menguntungkan. Tujuan individu yang sama dapat berpartisipasi untuk mendapatkan keuntungan dan menanggung risiko bersama. Hasil berupa surplus/keuntungan didistribusikan kepada anggota sesuai dengan metode yang telah disepakati. Keuntungan yang belum didistribusikan akan dimasukkan sebagai cadangan koperasi. Dampak langsung koperasi terhadap anggotanya adalah: Promosi kegiatan ekonomi anggota. Pengembangan usaha perusahaan koperasi dalam hal investasi, formasi permodalan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), pengembangan keahlian untuk bertindak sebagai wirausahawan, dan kerja sama antar koperasi secara horizontal dan vertikal. Dampak tidak langsung koperasi terhadap anggota hanya dapat dicapai, bila dampak langsungnya sudah diraih. Dampak koperasi secara tidak langsung adalah sebagai berikut: Pengembangan sosial ekonomi sejumlah produsen skala kecil maupun pelanggan. Mengembangkan inovasi pada perusahaan skala kecil, misalnya inovasi teknik dan metode produksi. Memberikan distribusi pendapatan yang lebih seimbang dengan pemberian harga yang wajar antara produsen dengan pelanggan, serta pemberian kesempatan yang sama pada koperasi dan perusahaan kecil.

C. Konsep koperasi sosialis Yaitu koperasi direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional.Menurut koperasi ini, koperasi tidak berdiri sendiri tetapi merupakan subsistem dari system sosialisme untuk mencapai tujuan-tujuan system sosialis komunis.

D. Konsep koperasi Negara berkembang Yaitu koperasi sudah berkembang dengan cirri tersendiri, yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembionaan dan pengembangannya. Perbedaan dengan Konsep Sosialis : Konsep Sosialis : tujuan koperasi untuk merasionalkan faktor produksi dari kepemilikan probadi ke pemilikan kolektif Konsep Negara Berkembang : tujuan koperasi adalah meningkatkan kondisi sosial ekonomi anggotanya


2.Latar Belakang Timbulnya Aliran Koperasi
Perbedaan aliran dalam koperasi berkaitan erat dengan faktor ideologi dan pandangan hidup (way of life) yang di anut oleh Negara dan masyarakat yang bersangkutan. Secara garis besar, ideologi Negara-negara didunia ini dapat dikelompokan menjadi 3, yaitu:
· Liberalisme / komunisme
· Sosialisme
· Tidak termasuk liberalism maupun sosialisme
Impelementasi dari masing-masing ideologi ini melahirkan sistem perekonomian yang berbeda-beda.

A.Keterkaitan Ideologi,Sistem Perekonomian,dan Aliran Koperasi

Hubungan Ideologi, Sistem Perekonomian, dan Aliran Koperasi.

Ideologi

Sistem Perekonomian

Aliran Koperasi
Liberalisme/Kapitalisme

Sistem Ekonomi Bebas Liberal

Yardstick                                                                                SALING BERHUBUNGAN
Komunisme / Sosialisme                                                              DAN MENJIWAI

Sistem Ekonomi Sosialis

Sosialis
Tidak termasuk Liberalisme dan Sosialisme

Sistem Ekonomi Campuran

Persemakmuran (Commonwealth)

B.Aliran Koperasi
            Di dalam suatu koperasi terdapat berbagai macam aliran koperasi. Aliran koperasi tersebut terbagi menjadi 3 macam yaitu: aliran yardstick, aliran sosialis, aliran persemakmuran (Commonwealth).
Berikut adalah merupakan perbedaan metode aliran koperasi:
Ø Aliran Yardstick, pemerintah tidak ikut campur tangan dalam kegiatan koperasi.
Ø Aliran Sosialis, pemerintah ikut campur tangan dalam kegiatan koperasi.
Ø Aliran Persemakmuran, koperasi bersifat kemitraan dengan pemerintah.

1 . Aliran Yardstick
· Dijumpai pada negara-negara yang berideologi kapitalis atau yang menganut perekonomian Liberal.
· Koperasi dapat menjadi kekuatan untuk mengimbangi, menetralisasikan dan mengoreksi
· Pemerintah tidak melakukan campur tangan terhadap jatuh bangunnya koperasi di tengah-tengah masyarakat. Maju tidaknya koperasi terletak di tangan anggota koperasi sendiri
· Pengaruh aliran ini sangat kuat, terutama dinegara-negara barat dimana industri berkembang dg pesat. Spt di AS, Perancis, Swedia, Denmark, Jerman, Belanda dll.

2 . Aliran Sosialis
· Koperasi dipandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, disamping itu menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi koperasi.
· Pengaruh aliran ini banyak dijumpai di negara-negara Eropa Timur dan Rusia

3 . Aliran Persemakmuran (Commonwealth)
· Koperasi sebagai alat yang efisien dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat.
· Koperasi sebagai wadah ekonomi rakyat berkedudukan strategis dan memegang peranan utama dalam struktur perekonomian masyarakat
· Hubungan Pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat “Kemitraan (partnership)”, dimana pemerintah bertanggung jawab dan berupaya agar iklim pertumbuhan koperasi tercipta dengan baik.

3.Sejarah Perkembangan Koperasi
Sejarah singkat gerakan koperasi bermula pada abad ke-20 yang pada umumnya merupakan hasil dari usaha yang tidak spontan dan tidak dilakukan oleh orang-orang yang sangat kaya.Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin memuncak.Beberapa orang yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara spontan mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya.

A. SEJARAH LAHIRNYA KOPERASI

            Koperasi modern yang berkembang dewasa ini lahir pertama kali di Inggris, yaitu di Kota Rochdale pada tahun 1844. Koperasi timbul pada masa perkembangan kapitalisme sebagai akibat revolusi industri. Pada awalnya, Koperasi Rochdale berdiri dengan usaha penyediaan barang-barang konsumsi untuk keperluan sehari-hari.
Perkembangan koperasi di Rochdale sangatmemengaruhi perkembangan gerakan koperasi di Inggris maupun di luar Inggris. Pada tahun 1852, jumlah koperasi di Inggris sudah mencapai 100 unit. Pada tahun 1862, dibentuklah Pusat Koperasi Pembelian dengan nama The Cooperative Whole Sale Society (CWS). Pada tahun 1945, CWS berhasil mempunyai lebih kurang 200 pabrik dengan 9.000 orang pekerja. Melihat perkembangan usaha koperasi baik di sektor produksi maupun di sektor perdagangan, pimpinan CWS kemudian membuka perwakilan-perwakilan di luar negeri seperti New York, Kepenhagen, Hamburg, dan lain-lain.

B.SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI DI INDONESIA

            Pada tahun 1896 seorang Pamong Praja Patih R.Aria Wiria Atmaja di Purwokerto mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negeri (priyayi).Ia terdorong oleh keinginannya untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi. Maksud Patih tersebut untuk mendirikan koperasi kredit model seperti di Jerman. Cita-cita semangat tersebut selanjutnya diteruskan oleh De Wolffvan Westerrode, seorang asisten residen Belanda.De Wolffvan Westerrode sewaktu cuti berhasil mengunjungi Jerman dan menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian. Selain pegawai negeri juga para petani perlu dibantu karena mereka makin menderita karena tekanan para pengijonIa juga menganjurkan mengubah Bank tersebut menjadi koperasi. Di samping itu ia pun mendirikan lumbung-lumbung desa yang menganjurkan para petani menyimpan pada pada musim panen dan memberikan pertolongan pinjaman padi pada musim paceklik.Ia pun berusaha menjadikan lumbung-lumbung itu menjadi Koperasi Kredit Padi. Tetapi Pemerintah Belanda pada waktu itu berpendirian lain. Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian dan Lumbung Desa tidak dijadikan Koperasi tetapi Pemerintah Belanda membentuk lumbung-lumbung desa baru, bank –bank Desa , rumah gadai dan Centrale Kas yang kemudian menjadi Bank Rakyat Indonesia (BRI). Semua itu adalah badan usaha Pemerntah dan dipimpin oleh orang-orang Pemerintah.
Pada zaman Belanda pembentuk koperasi belum dapat terlaksana karena:
1. Belum ada instansi pemerintah ataupun badan non pemerintah yang memberikan penerangan dan penyuluhan tentang koperasi.
2. Belum ada Undang-Undang yang mengatur kehidupan koperasi.
3. Pemerintah jajahan sendiri masih ragu-ragu menganjurkan koperasi karena pertimbangan politik, khawatir koperasi itu akan digunakan oleh kaum politik untuk tujuan yang membahayakan pemerintah jajahan itu.
Pada tahun 1908, Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Sutomo memberikan peranan bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Pada tahun 1915 dibuat peraturan Verordening op de Cooperatieve Vereeniging, dan pada tahun 1927 Regeling Inlandschhe Cooperatieve. Pada tahun 1927 dibentuk Serikat Dagang Islam, yang bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusah-pengusaha pribumi.
 Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi.
Namun, pada tahun 1933 keluar UU yang mirip UU no. 431 sehingga mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinya. Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia. Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai. Awalnya koperasi ini berjalan mulus. Namun fungsinya berubah drastis dan menjadi alat Jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat Indonesia.
Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia.


Sumber 2 : http://choirunnisa90.blogspot.com/2011/11/konsepaliran-dan-sejarah-  koperasi.html#!/2011/11/konsepaliran-dan-sejarah-koperasi.html

Sabtu, 24 Maret 2012

DIRECT AND INDIRECT SPEECH

June 8, 2010 at 4:20 am 15 comments


There are two ways to express what someone is saying, namely: (direct) and indirect (indirect / reported).
In the sentence immediately, we repeat the speaker's utterance (speaker) exactly the same. Direct sentence is usually used in conversation in the book, drama, or in parentheses.
Example:
He said, 'I have lost my umbrella.'
Sentence (direct) has two parts, namely: reporting sentence and sentence reported. Reporting is a clause that contains the sentence who is speaking, while the reported sentence is a clause that contains what was said.

Example:
Mike said, "I will come to your house."
reporting reported

Meanwhile, the sentence (indirect), we express the speaker's words mean that are not exactly the same expression.
Example:
He said (that) he had lost his umbrella.

SENTENCE OF CHANGES IN DIRECT (DIRECT) TO INDIRECT (INDIRECT)

A. Sentence statement (statement) in the sentence (indirect)

Direct to indirect changes in the statement marked with 'that'.
Sentence sentence reporting directly to its own verb in the present tense (simple present, present continuous, and present perfect or future tense) then there is no change in the reported sentence tenses in the form of (indirect). This usually occurs when:
A. Reported an ongoing conversation
2. Read the letter and report on what the content of the letter
3. Read command and report immediately at the
4. Reported statement that often appears
Example:
Direct
• John (phoning from the station), "I'm Trying to get a taxi."
• Siska says, "The Sun Rises every morning."
Indirect
• That John says he is Trying to get a taxi.
• Siska Says That Rises the sun every morning.

However, the indirect sentence usually begins with a verb past tense (past tense). At this, the verb in the sentence should be replaced with the reported down one level. Changes tenses can be seen in the table are below.

sumber:http://abudira.wordpress.com/2010/06/08/direct-dan-indirect-speech/
ADVERBIAL CLAUSES


March 27th, 2011 • Related • Filed Under
Adverb clause

Adverbial clause is a clause (the clause) that functions as an adverb, which describes kerja.Adverbial said clause is usually classified according to the "meaning / intent" of the conjunction (conjunctions which preceded it). Adverbial clause types are: 1. TimeClause Clause of the show time. Usually made by using the conjunction (connecting word) such as after, before, no Sooner, while, as, dll.Contoh:

Shut the door before you go out.
You may begin when (ever) you are ready.
While he was walking home, he saw an accident.
By the time I arrive, Alex will have left.
No Sooner than he had Entered she gave an order.

2. PlaceClause Clause of the show places. Usually made by using the conjunction as where, nowhere, anywhere, Wherever, dll.Contoh:

They sat down Wherever They Could find empty seats
The guard Stood where he was positioned.
Where there is a will, there is a way.
Where there is poverty, there we find Discontent and Unrest.
Go where you like.

3. Clause of Contrast (or Concession) clause that indicates the existence of a conflict between two events or events that are related. Usually made by using the conjunction (connecting word) such as although, though, even though, whereas, even if, in spite of, as the time, dll.Contoh:

As the time you were sleeping, we were working hard.
Mary wanted to stop, whereas I wanted to go on.
Although it is late, we'll stay a little longer.
He is very friendly, even if he is a clever student.

4. MannerClause Clause of the show cars how a job is done or event occurs. Usually made by using the conjunction (connecting word) such as, how, like, in that, dll.Contoh:

He did as I told him.
You may finish it how you like.
They may beat us again, like They did in 1978.

5. Clause of Purpose and intent ResultClause showing the relationship / objectives and outcomes. Usually made by using conjunctions such as (in order) that, so that, in the hope that, to the end that, lest, in case, etc.

. Example:

They went to the movie early (in order) to find the best seats.
She bought a book so (that) Could she learn English
He is saving his money so That he may take a long vacation.
I am working night and day in the hope that i can finish this book soon.

6. Clause of Cause and EffectClause that shows cause and effect relationships. There are some patterns to form this type of clause. Look carefully at baik.Contoh:

Ryan ran so fast That he broke the previous speed record.
It was so cold yesterday that i did not want to swim.
The soup tastes so good That everyone will ask for more.
The student had behaved so badly That he was dismissed from the class.

Example:

The Smiths had so many children That They formed Their Own baseball team.
I had so few job offers That It was not difficult, to select one.

Example:

He has invested so much money in the project That he can not abandon it now.
The grass received so little water That it turned brown in the heat.

Example:

It was a hot day Such That We Decided to stay indoors. OR It was so hot a day That We Decided to stay indoors.
It was an interesting book Such That he could not put it down. OR It was so interesting a book That he could not put it down.

Example:

She has Such exceptional Abilities That everyone is jealous of her.
They are Such beautiful pictures That everybody will want one.
Such Perry has had bad luck That he's Decided not to gamble.
Such difficult, this is homework that i will never finish it.

In addition, to reveal the cause and effect relationships (cause and effect) can be used another pattern, namely: 1. Using preposition (preposition) like Because of, due to, due to the fact that, dllContoh:

Because of the cold weather, we stayed home. (= We stayed home Because of the cold weather)
Due to the cold weather, we stayed home. (= We stayed home due to the cold weather)
Due to the fact That the weather was cold, we stayed home. (= We stayed home due to the fact That the weather was cold)

2. Using conjunctions (conjunction) as Because, since, now, that, as, as long as, inasmuch asContoh:

Because he was sleepy, he went to bed.
Since he's not interested in classical music, he Decided not to go to the concert.
As she had nothing in particular to do, she called up a friend and asked her if she wanted to take in a movie.
Inasmuch as the two government leaders reach an agreement Could not, the possibilities for peace are still remote.

3. Use transition words such as therefore, consequently. Example:

Alex failed the test Because he did not study.
Alex did not study. Therefore, he failed the test.
Alex did not study. Consequently, he failed the test.

reference: http://ismailmidi.com/berita-89-adverb-clause.html